Banner Afiliasi

a href="http:// Dapat uang melalui internet "> http://affiliate.cloap.net/?a_aid=bab7e341

Statistik Pengunjung

JAM

Kamis, 23 Mei 2013

CONTOH KARYA WISATA

KARYA WISATA MASJID ISTIQLAL LUBANG BUAYA MUSEUM PURNA BHAKTI TAMAN MINI INDONESIA INDAH CIBADUYUT DISUSUN OLEH : LINDU AJI .P (6070) MAHMUD TRI .P (5978) KELAS VIII E SMP NEGERI 1 JATIPURNO JL. JATIPURNO – SLOGOHIMO TAHUN AJARAN 2012/2013 PENGESAHAN Karya tulis ini disahkan pada ; Hari,tanggal : Mengetahui : Kepala SMP Negeri 1 Jatipurno Pembimbing Drs. Paidjo, M.Pd. Winingsih ,S.Pd NIP 19550808 14750 1 001 NIP MOTTO Pengalaman adalah guru yang terbaik. Anggaplah cemooh itu sebagai tantangan yang harus kita lewati. Hidup bukanlah untuk bermimpi,tapi bermimpilah untuk hidup. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Tiada gading yang tak retak PERSEMBAHAN Laporan yang dibuat ini,kami persembahkan untuk ; Bapak Drs. Paidjo ,M.Pd selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Jatipurno, Bapak Ibu guru pendamping, Orang tua / Wali murid, Para pembaca yang budiman. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan kesehatan yang diberikan. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibi guru yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan karya wisata ini. Maksud dan tujuan penulis menyusun laporan karya wisata ini ialah untuk meningkatkan minat pembaca sertamemberi motivasi kepada para siswa untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas pendidikan.Secara spesifik,laporan ini disusun untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia yakni keterampilan menulis dan menyusun laporan. Seperti kata pepatah bahwa Tiada Gading Yang Tak Retak. Karya Tulis ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Jatipurno, Penulis DAFTAR ISI Judul Pengesahan Motto Persembahan Kata Pengantar Daftar isi BAB I Pendahuluan Latar belakang Tujuan Manfaat Metode Objek BAB II Pembahasan Masjid Istiqlal Lubang Buaya Museum Purna Bhakti Taman Mini Indonesia Indah Cibaduyut BAB III Penutup Simpulan Saran Daftar Pustaka BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rasa bosan siswa ketika mengikuti pelajaran di dalam kelas karena sebagian dari mereka menganggap bahwa materi yang disampaikan oleh guru tidak menarik untuk diikuti. Bahkan tak jarang dari mereka tidak suka dengan guru yang bersangkutan ataupun mereka tidak juga dapat mengerti apa yang disampaikan oleh guru karena cara mengajar guru yang hanya cenderung menerangkan dan menerangkan tanpa memberikan sajian yang lain seperti memberikan suatu contoh yang dimana contoh tersebut jarang dijumpai di buku-buku pelajaran. Karya Wisata merupakan kunjungan ke suatu objek dalam rangka memperluas pembelajaran kontekstual . Karya Wisata merupakan salah satu bentuk memperluas pembelajaran yang tepat karena siswa akan mengetahui tentang fakta atau kenyaaan yang sebenarnya di lapangan dan sesuai dengan apa yang dipelajari di kelas . Sehingga siswa lebih mengerti dan lebih paham akan pelajaran yang diberikan. Tujuan Tujuan karya wisata adalah sebagai berikut; Menambah pengetahuan siswa Lebih mendalami pelajaran yang berkaitan Memotivasi siswa untuk belajar lebih giat Belajar lebih memahami dalam hal pembuatan laporan kegiatan. Manfaat Manfaat dari kegiatan ini adalah siswa lebih memahami akan pelajaran yang disampaikan oleh guru dan fakta di luar yang membuktikan materi yang diberikan. Selain itu ,dengan melaksanakan karya wisata siswa dapat menyegarkan pikiran yang selama ini di isi oleh materi-materi di dalam kelas. Metode Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah ; Observasi non partisipasi Yaitu mengumpulkan data melalui pengamatan pada objek . Studi kepustakaan Yaitu mengumpulkan data dengan menganalisis dokumen yang ada. Jenis data Primer : yaitu secara langsung dari lapangan. Sekunder : yaitu melalui dokumen yang ada. Objek Yang menjadi objek kunjungan dalam Studi Wisata adalah sebagai berikut; Masjid Istiqlal Lubang Buaya Museum Purna Bhakti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Cibaduyut BAB II PEMBAHASAN Masjid Istiqlal Deskripsi arsitektur Arsitek : Frederich Silaban Jenis arsitektur : Masjid Gaya arsitektur : Modern Internasional Pembukaan tanah : 24 Agustus 1951 Selesai pembangunan : 22 Februari 1978 Dibuka : 22 Februari 1978 Renovasi :1999 Biaya pembangunan : 7 Triliun Spesifikasi Kapasitas : 200.000 jamaah Diameter kubah (luar) : 45 Meter Tinggi menara : 96,66 Meter Gambar 1 Kompleks Masjid Istiqlal Masjid Istiqlal adalah masjid negara Republik Indonesia yang terletak di pusat Ibukota Jakarta. Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno di mana pemancangan batu pertama ,sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Lokasi kompleks masjid berdiri di bekas Taman Wilhemina di Timur Laut Lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas).Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer,dihiasi ornamen geometri dengan baja antikarat. Gambar 2 Ir. Soekarno Gambar 3 Monumen Nasional (Monas) Bangunan utma masjid dimahkotai satu kubah besar dengan diameter 45 Meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi 96,66 Meter menjulang di sisi selatan selasar masjid. Selain digunakan sebagai tempat ibadah umat islam,masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai Organisasi Islam di Indonesia,aktivitas sosial dan kegiatan umun. Masjid ini menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang datang adalah wisatawan domestik serta sebagian wisatawan mancanegara yang beragama Islam.Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjd ini stelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal.Meskipun demikian, bagian yang dikunjungi kaum non –Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu. Pada setiap hari besar Islam seperti Ramadhan,Idul Fitri,Idul Adha,Tahun Baru Hijriah,Maulid Nabi Muhammad dan Isra Mi’raj, Presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di Masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui Televisi Nasional (TVRI) dan beberapa Televisi swasta. Dilihat dari penjelasan diatas,berkunjung ke Masjid Istiqlal sangatlah bermanfaat bgi siswa karena siswa dapat lebih mengenal dan lebih mendalami tentang Agama,Budaya ,dan Sejarah yang didapat dari kunjungan ke Masjid Istiqlal. Lubang Buaya ( Monumen Pancasila Sakti ) Monumen Pancasila Sakti dibangun atas gagasan Presiden Indonesia yang ke-2 yaitu Soeharto. Dibangun diatas tanah seluas 14,6 Hektare. Monumen dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan Ideologi Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila dari ancaman ideologi Komunis. Keenam Pahlawan Revolusi tersebut adalah ; Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani Mayjen TNI R.Suprapto Mayjen TNI M.T Haryono Mayjen TNI Siswondo Parman Brigjen TNI Pandjaitan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo Jendral TNI A.H Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun beliau selamat dari pembunuhan tersebut. Sebaliknya , putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya Lettu Pierre Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. Monumen yang terletak di daerah Lubang Buaya ,Cipayung, Jakarta Timur ini berisikan bermacam-macam hal dari masa pemberontakan G 30S/PKI seperti pakaian asli para Pahlawan Revolusi,Rumah penyiksaan ,Pos Komando,Dapur Umum,Mobil-mobil tua peninggalan Pahlawan Revolusi dan museum Paseban. Di sebelah selatan terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia(TNI),sebelah utara adalah Bandar Udara Halim Perdanakusuma,sedangkan di sebelah timur adalah Pasar Pondok Gede,serta di sebelah barat adalah Taman Mini Indonesia Indah ( TMII) Sebelum menjadi museum sejarah,tempat ini merupakan sebuah kebun kosong yang dijadikan sebagai pusat pelatihan milik Partai Kominis Indonesia (PKI). Kemudian tempat itu dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan pembuangan terakhir bagi korban kekejaman PKI. Di kawasan kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua dengan kedalaman 12 Meter dan berdiameter 75 cm yang digunakan sebagai tempat membuang jenazah korban G 30S/PKI. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kunjungan ke Lubang Buaya sangat bermanfaat bagi siswa karena siswa bisa mengetahui lebh jelas tentang Pemberontakan 30 September 1965 serta siswa dapat menyaksikan rekaan dari patung-patung para Pahlawan Revolusi. Museum Purna Bhakti YA WISATA MASJID ISTIQLAL LUBANG BUAYA MUSEUM PURNA BHAKTI TAMAN MINI INDONESIA INDAH CIBADUYUT DISUSUN OLEH : LINDU AJI .P (6070) MAHMUD TRI .P (5978) KELAS VIII E SMP NEGERI 1 JATIPURNO JL. JATIPURNO – SLOGOHIMO TAHUN AJARAN 2012/2013 PENGESAHAN Karya tulis ini disahkan pada ; Hari,tanggal : Mengetahui : Kepala SMP Negeri 1 Jatipurno Pembimbing Drs. Paidjo, M.Pd. Winingsih ,S.Pd NIP 19550808 14750 1 001 NIP MOTTO Pengalaman adalah guru yang terbaik. Anggaplah cemooh itu sebagai tantangan yang harus kita lewati. Hidup bukanlah untuk bermimpi,tapi bermimpilah untuk hidup. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Tiada gading yang tak retak PERSEMBAHAN Laporan yang dibuat ini,kami persembahkan untuk ; Bapak Drs. Paidjo ,M.Pd selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Jatipurno, Bapak Ibu guru pendamping, Orang tua / Wali murid, Para pembaca yang budiman. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan kesehatan yang diberikan. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibi guru yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan karya wisata ini. Maksud dan tujuan penulis menyusun laporan karya wisata ini ialah untuk meningkatkan minat pembaca sertamemberi motivasi kepada para siswa untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas pendidikan.Secara spesifik,laporan ini disusun untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia yakni keterampilan menulis dan menyusun laporan. Seperti kata pepatah bahwa Tiada Gading Yang Tak Retak. Karya Tulis ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Jatipurno, Penulis DAFTAR ISI Judul Pengesahan Motto Persembahan Kata Pengantar Daftar isi BAB I Pendahuluan Latar belakang Tujuan Manfaat Metode Objek BAB II Pembahasan Masjid Istiqlal Lubang Buaya Museum Purna Bhakti Taman Mini Indonesia Indah Cibaduyut BAB III Penutup Simpulan Saran Daftar Pustaka BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rasa bosan siswa ketika mengikuti pelajaran di dalam kelas karena sebagian dari mereka menganggap bahwa materi yang disampaikan oleh guru tidak menarik untuk diikuti. Bahkan tak jarang dari mereka tidak suka dengan guru yang bersangkutan ataupun mereka tidak juga dapat mengerti apa yang disampaikan oleh guru karena cara mengajar guru yang hanya cenderung menerangkan dan menerangkan tanpa memberikan sajian yang lain seperti memberikan suatu contoh yang dimana contoh tersebut jarang dijumpai di buku-buku pelajaran. Karya Wisata merupakan kunjungan ke suatu objek dalam rangka memperluas pembelajaran kontekstual . Karya Wisata merupakan salah satu bentuk memperluas pembelajaran yang tepat karena siswa akan mengetahui tentang fakta atau kenyaaan yang sebenarnya di lapangan dan sesuai dengan apa yang dipelajari di kelas . Sehingga siswa lebih mengerti dan lebih paham akan pelajaran yang diberikan. Tujuan Tujuan karya wisata adalah sebagai berikut; Menambah pengetahuan siswa Lebih mendalami pelajaran yang berkaitan Memotivasi siswa untuk belajar lebih giat Belajar lebih memahami dalam hal pembuatan laporan kegiatan. Manfaat Manfaat dari kegiatan ini adalah siswa lebih memahami akan pelajaran yang disampaikan oleh guru dan fakta di luar yang membuktikan materi yang diberikan. Selain itu ,dengan melaksanakan karya wisata siswa dapat menyegarkan pikiran yang selama ini di isi oleh materi-materi di dalam kelas. Metode Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah ; Observasi non partisipasi Yaitu mengumpulkan data melalui pengamatan pada objek . Studi kepustakaan Yaitu mengumpulkan data dengan menganalisis dokumen yang ada. Jenis data Primer : yaitu secara langsung dari lapangan. Sekunder : yaitu melalui dokumen yang ada. Objek Yang menjadi objek kunjungan dalam Studi Wisata adalah sebagai berikut; Masjid Istiqlal Lubang Buaya Museum Purna Bhakti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Cibaduyut BAB II PEMBAHASAN Masjid Istiqlal Deskripsi arsitektur Arsitek : Frederich Silaban Jenis arsitektur : Masjid Gaya arsitektur : Modern Internasional Pembukaan tanah : 24 Agustus 1951 Selesai pembangunan : 22 Februari 1978 Dibuka : 22 Februari 1978 Renovasi :1999 Biaya pembangunan : 7 Triliun Spesifikasi Kapasitas : 200.000 jamaah Diameter kubah (luar) : 45 Meter Tinggi menara : 96,66 Meter Gambar 1 Kompleks Masjid Istiqlal Masjid Istiqlal adalah masjid negara Republik Indonesia yang terletak di pusat Ibukota Jakarta. Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno di mana pemancangan batu pertama ,sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Lokasi kompleks masjid berdiri di bekas Taman Wilhemina di Timur Laut Lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas).Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer,dihiasi ornamen geometri dengan baja antikarat. Gambar 2 Ir. Soekarno Gambar 3 Monumen Nasional (Monas) Bangunan utma masjid dimahkotai satu kubah besar dengan diameter 45 Meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi 96,66 Meter menjulang di sisi selatan selasar masjid. Selain digunakan sebagai tempat ibadah umat islam,masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai Organisasi Islam di Indonesia,aktivitas sosial dan kegiatan umun. Masjid ini menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang datang adalah wisatawan domestik serta sebagian wisatawan mancanegara yang beragama Islam.Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjd ini stelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal.Meskipun demikian, bagian yang dikunjungi kaum non –Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu. Pada setiap hari besar Islam seperti Ramadhan,Idul Fitri,Idul Adha,Tahun Baru Hijriah,Maulid Nabi Muhammad dan Isra Mi’raj, Presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di Masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui Televisi Nasional (TVRI) dan beberapa Televisi swasta. Dilihat dari penjelasan diatas,berkunjung ke Masjid Istiqlal sangatlah bermanfaat bgi siswa karena siswa dapat lebih mengenal dan lebih mendalami tentang Agama,Budaya ,dan Sejarah yang didapat dari kunjungan ke Masjid Istiqlal. Lubang Buaya ( Monumen Pancasila Sakti ) Monumen Pancasila Sakti dibangun atas gagasan Presiden Indonesia yang ke-2 yaitu Soeharto. Dibangun diatas tanah seluas 14,6 Hektare. Monumen dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan Ideologi Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila dari ancaman ideologi Komunis. Keenam Pahlawan Revolusi tersebut adalah ; Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani Mayjen TNI R.Suprapto Mayjen TNI M.T Haryono Mayjen TNI Siswondo Parman Brigjen TNI Pandjaitan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo Jendral TNI A.H Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun beliau selamat dari pembunuhan tersebut. Sebaliknya , putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya Lettu Pierre Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. Monumen yang terletak di daerah Lubang Buaya ,Cipayung, Jakarta Timur ini berisikan bermacam-macam hal dari masa pemberontakan G 30S/PKI seperti pakaian asli para Pahlawan Revolusi,Rumah penyiksaan ,Pos Komando,Dapur Umum,Mobil-mobil tua peninggalan Pahlawan Revolusi dan museum Paseban. Di sebelah selatan terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia(TNI),sebelah utara adalah Bandar Udara Halim Perdanakusuma,sedangkan di sebelah timur adalah Pasar Pondok Gede,serta di sebelah barat adalah Taman Mini Indonesia Indah ( TMII) Sebelum menjadi museum sejarah,tempat ini merupakan sebuah kebun kosong yang dijadikan sebagai pusat pelatihan milik Partai Kominis Indonesia (PKI). Kemudian tempat itu dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan pembuangan terakhir bagi korban kekejaman PKI. Di kawasan kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua dengan kedalaman 12 Meter dan berdiameter 75 cm yang digunakan sebagai tempat membuang jenazah korban G 30S/PKI. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kunjungan ke Lubang Buaya sangat bermanfaat bagi siswa karena siswa bisa mengetahui lebh jelas tentang Pemberontakan 30 September 1965 serta siswa dapat menyaksikan rekaan dari patung-patung para Pahlawan Revolusi. Museum Purna Bhakti
Poskan Komentar